Kabar Dari Desa | Desa Gelaranyar | -->

ads

Banyak desa pada Indonesia yang mempuyai sumberdaya alam yg melimpah. Namun belum semuanya dapat dikembangkan. Ide & gagasan dibutuhkan buat pengembangan bisnis desa melalui BUMDes. Misalnya bidang pertanian, kuliner, perdagangan, jasa & juga wisata yg ketika ini sedang booming.Dengan adanya BUMDes dibutuhkan desa dapat membentuk bisnis menurut potensinya tersebut & meningkatkan perekonomian rakyat.

Berbicara mengenai potensi gula semut pada Kebumen, Kabupaten ini adalah salah satu wilayah pada Jawa Tengah produsen gula semut. Misalnya saja pada Desa Wonodadi, sekitar 800 an orang ketua keluarga bermata pencaharian menjadi penderes kelapa. Namun, flora kelapa & produk gula kelapanya belum dikelola secara maksimal . Misalnya saja, menggunakan tehnik budidaya yg indah, produksi nira akan dapat semakin tinggi. Dengan diversifikasi produk dari gula cetak ke gula semut juga akan ada kenaikan nilai tambah bagi petani. Hal ini merupakan peluang bagi BUMDes buat menjalin kerjasama dengan petani berbisnis gula semut. Kemiteraan tadi diperkuat disisi pasar sang CV. Agroberdikari. Harapannya, dengan kemiteraan 3 pihak & pembagian kiprah yg saling menguatkan, Petani, BUMDes & Agroberdikari industri gula semut akan semakin bertenaga & berkelanjutan.

Dalam pengembangan gula semut di Kebumen, Agroberdikari melakukan kemiteraan dengan beberapa BUMDes di yaitu BUMDes Berdikari Desa Sempor Kec Sempor, BUMDes Maju Mandiri Desa Giyanti Kec Rowokele dan BUMDes MargoMulyo Desa Wonodadi kec Buayan. Selain pembelian produk gula semut, Agroberdikari juga melakukan pendampingan managemen kelembagaannya.  Kerjasama ini melalui beberapa tahapan, untuk tahun pertama di penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas SDM pengelola BUMDes dalam hal pengembangan gula semut organik. Tahap selanjutnya BUMDes menjalankan pendampingan di petani dan prosessing.

Diharapkan apabila pengelolaan bisnis gula semut berjalan menggunakan baik, maka dapat membantu menaikkan perekonomian rakyat. Petani yg membuat gula semut menerima tambahan penghasilan menurut meningkatnya harga produk. Prosessing gula semut juga bisa menyerap energi kerja sebagai akibatnya warga yg tadinya tidak produktif akan terbantu dengan adanya usaha ini. Masyarakat sanggup bekerja dan menerima penghasilan tetap. Tentunya perekonomian desa menjadi lebih bertenaga.

Foto dokumentasi: Pertemuan Tim Agroberdikari dan BUMDes MargoMulyo Desa Wonodadi

May 09, 2020

Gula Semut Moyang tersedia di beberapa tempat di Kebumen yaitu,

1. Dekranasda

Jl. Indrakila No. 5 Kebumen

2. Roemah Martha Tilaar

Jl. Sempor Lama No. 28 Gombong

May 09, 2020

Matahari mulai meninggi saat Miskun (36 th) seorang penderes dari Kecamatan Rowokele Kebumen mulai menapaki tatar demi tatar pohon kelapa  yang dideres untuk diambil niranya. Itu adalah pohon terakhir dari sebnyak 33 pohon yang dia deres pagi itu. Setelah nira terkumpul semua, sang penderes tersebut pulang ke rumahnya membawa nira yang tersimpan di dalam pongkor - pongkor bambu..

Sesampai dirumah, dia langsung menuju dapur, tempat dimana isterinya sudah siap menyambutnya dan kemudian menuangkan nira yang ada di pongkor ke dalam wajan diatas tungku yang menyala. itulah aktifitas yang selalu dia lakukan tiap hari, pagi dan sore. Jika dia menderes 33 pohon, maka dalam sehari dia memanjat 66 pohon.

Setelah nira sampai dapur, maka sudah menjadi tanggungjawab sang isteri untuk memasak dan mengolahnya sampai menjadi gula semut.Pembagian peran tersebut memang turun temurun dikeluarga penderes kelapa. apabila niranya bagus maka biasanya gulanya juga akan berkualitas, berwarna kuning cerah. Untuk pembuatan gula cetak dan gula semut ada sedikit perbedaan. kalau gula cetak, setelah nira matang, diangkat dari tungku, diaduk ( kebuk ) kemudian dicetak dengan batok kelapa atau cetakan bambu. Sedangkan kalau gula semut, setelah pengadukan, dipinggirkan di pinggir wajan  kemudian digerus hingga menjadi butiran butiran halus. Diwilayah lain terkadang ada gula semut yang dibuat dari gula kelapa cetak. sedangkan di Kebumen gula semut dibuat langsung dari nira yang dimasak. Dari 33 pohon tersebut biasanya dapat mnghasilkan 10 kg gula semut.

Gula semut kebumen rata rata mempunyai warna cerah,.Mungkin karena faktor pegunungan karst yang memang cantik untuk flora kelapa. Pohon kelapa yg tumbuh diantara karst memang terbukti lebih fertile dan membentuk nira lebih poly dibanding dilahan biasa. Lantaran itulah gula semut Kebumen sangat disukai sang banyak orang.

May 09, 2020

Salah satu peralatan untuk membuat gula kelapa adalah tungku. Tungku ini biasanya menggunakan bahan bakar kayu yang didapat dari kebun sekitar rumah. Namun saat ini ketersediaan kayu bakar semakin sedikit dan mahal. Tungku yang baik, selain hemat kayu bakar,  juga mendukung terciptanya kualitas produk yang bersih dan berkualitas. Selama ini banyak pengrajin gula kelapa yang masih menggunakan tungku tradisioanal yang boros bahan bakar dan seringkali mengotori produk dengan abu yang beterbangan.

Kualitas gula kelapa sebenarnya juga sangat dipengaruhi menurut kinerja tungku. Untuk memasak gula kelapa diperlukan panas yang relatif tinggi, 120 - 130 derajat celcius. Selama kurang lebih 4 jam proses pemasakan panas tadi harus konstan dan terus menerus. Jika panas naik turun, maka dapat dipastikan produk gula kurang indah.

Setelah melalui beberapa kali riset, cukup memberikan pembelajaran mengenai tungku dengan model yang lebih efisien. Tim Agroberdikari melakukan perubahan model tungku dengan melakukan modifikasi dikonstruksi tungku sehingga mempunyai kinerja yang cukup baik untuk memasak nira. Bahan pembuatan tungku dapat menggunakan tanah liat atau campuran semen, pasir dan  abu.

Beberapa perubahan yang dilakukan yaitu,

1. Pembuatan runag bakar yang lebih luas

2. Lubang udara masuk dan keluar seimbang sebagai akibatnya peredaran udara panas didalam tungku dapat mengalir dengan baik

tiga. Model atas tungku kedap tertutup wajan sebagai akibatnya abu tidak mengotori nira

4. Sisa pemakaran dialirkan  keluar dapur menggunakan cerobong ventilasi agar asap tidak mencemar udara di dapur

Kinerja tungku baik akan menghasilkan sistem pembakaran yang sempurna, dengan ditandai  yaitu

1. Ruang bakar panasnya optimal,

dua. Abu yg didapatkan sedikit atau habis terbakar,

tiga. Nira cepat matang, yang umumnya kurang lebih 6 jam sebagai 4 jam

4. Asap pembuangan sedikit.

May 08, 2020

Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk memberikan daya (empowerin g) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat. Pemberdayaan masyarakat juga diartikan sebagai kemampuan individu yang bersenyawa dengan masyarakat dalam membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan dan bertujuan menemukan alternatif-alternatif baru dalam pembangunan masyarakat (Mardikanto, 2014). Prinsip pemberdayaan masyarakat adalah salah satu prinsip penting yang berusaha diterapkan dalam pendampingan petani gula semut.

Pertanian pada Indonesia kebanyakan masih memakai cara tradisional. Di satu sisi mampu sebagai nilai plus, karena masih memakai cara alami atau organik. Petani gula kelapa juga demikian. Dari proses budidaya tanaman kelapa, panen nira, dan proses produksinya, cara pengelolaan dilakukan secara turun temurun dari orang tua mereka pada anak anaknya. Bisa dikatakan menurut beberapa generasi sebelumnya, proses pengolahan gula kelapa nyaris belum poly berubah.

Gula semut sebagai sebuah komoditas industri pangan membutuhkan penjagaan kualitas dari hulu sampai tingkat konsumen. Mulai budidaya di kebun organik, panen nira, proses transportasi dari kebun ke dapur masak, kondisi dapur, dan peralatan produksi harus memiliki standar kualitas. Pabrik atau perusahaan yang berada dalam satu ruangan atau satu tempat tentu akan lebih mudah menjaga kualitasnya. Tetapi di gula kelapa, tempat produksi tersebar di rumah masing-masing petani. Tempat produksi yang berada di rumah tangga petani ini membutuhkan tim penjaga kualitas dengan model ICS (I n ternal Control System).Petani yang sebelumnya terbiasa memproduksi gula cetak harus menyesuaikan diri dengan cara produksi gula semut, terutama gula semut organik. Misalnya menggunakan bahan alami seperti kulit manggis untuk membuat pengawet nira/laru, kedisiplinan waktu menderes, pemasakan hingga kebersihan peralatan produksi. ICS diturunkan ke dalam teknik-teknik di lapangan yang dilakukan melalui pendampingan petani gula semut.

Pendampingan diperlukan agar petani bisa konsisten menjalankan kontrol kualitas yang berstandar. Dalam pendampingan ini, seorang pendamping  melakukan edukasi dan sosialisasi kepada petani sampai adanya perubahan perilaku  petani dalam menjalankan produksi.  Selain itu pendamping juga mengenalkan teknologi tepat guna misalnya tungku hemat (penggunaannya klik disini ) untuk membantu petani. Pendampingan petani gula semut yang dilakukan tim Agroberdikari sekaligus menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat. Tim Agroberdikari terus berdiskusi dan melakukan berbagai eksperimen tentang bagaimana langkah yang tepat agar petani mempunyai daya dan upaya untuk melakukan perubahan perubahan yang lebih baik. Meskipun perubahan yang dilakukan oleh petani memang tidak bisa instan, tetapi perlu waktu dan intensitas pendampingan yang terus menerus.

Pendampingan petani gula semut tidak hanya dilakukan dalam siang hari, dimana ketika tadi umumnya petani sibuk dengan ativitasnya sehari hari. Mereka menderes kelapa, mencari kayu bakar, mencari rumput buat ternak ambing atau sapi & aktivitas lain. Pekerjaan tadi nir mampu ditinggalkan. Misalnya saja mencari rumput, telah niscaya harus dilakukan karena ternak mereka membutuhkan pakan harian. Menderes juga demikian, jika ditinggalkan sehari saja, hari berikutnya nira sudah terfermentasi dan membusuk. Lantaran itulah jika ada aktivitas lain yg membutuhkan waktu seharian penuh, telah pasti hari itu oleh petani kehilangan pendapatannya. Memahami situasi tersebut, Tim Agroberdikari melakukan pendampingan dengan cara yg lebih fleksibel baik menurut segi ketika maupun metode.

Pendampingan yang dilakukan malam hari membuat tim pendamping lebih mudah dalam menggali informasi karena dukungan suasanya yang santai. Petani akan merasa lebih nyaman karena tidak dikejar kejar waktu untuk segera menyelesaikan pekerjaannya. Melalui bincang-bincang personal, pendamping akan mendapatkan informasi yang tepat dan  semakin memahami bagaimaan persoalan yang dihadapi petani sesungguhnya.

May 08, 2020